Minggu, 28 Juni 2015

MOTIVASI PEMBELAJARAN BAGI SISIWA



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbicara tentang mutu pendidikan yang rendah salah satunya disebabkan oleh kurangnya motivasi dalam diri siswa untuk belajar karena rendahnya daya serap atau prestasi belajar, atau belum terwujudnya keterampilan proses dan pembelajaran yang menekankan pada peran aktif peserta didik, inti persoalannya adalah pada masalah “Ketuntasan belajar” yakni pencapaian taraf penguasaan minimal yang ditetapkan bagi setiap kompetensi secara perorangan. Masalah ketuntasan belajar merupakan masalah yang penting, sebab menyangkut masadepan peserta didik, terutama mereka yang mengalami kesulitan belajar.
Permasalahan motivasi belajar siswa merupakan hal yang kompleks. Kompleksitas motivasi ditunjukan dengan beragamnya faktor yang terlibat. Di sisi lain, motivasi siswa juga bersifat unik,  karena siswa yang berbeda dan sekolah yang berbeda dapat menghadapi permasalahan yang sama namun dengan profil yang  berbeda. Motivasi belajar siswa merupakan  hal yang amat penting bagi pencapaian kinerja atau prestasi belajar siswa. Dalam hal ini, tentu saja menjadi tugas dan kewajiban guru untuk senantiasa dapat  memelihara dan meningkatkan motivasi belajar siswanya
Sebagai guru, pendekatan kelas dan individual perlu dikuasai agar mampu mengembangkan motivasi belajar siswa. Metode yang “tidak biasa”, kreativitas berimprovisasi dalam pembelajaran, dan ketrampilan perlu dikembangkan sebagai respon terhadap kebutuhan siswa yang semakin berkembang.
B.     Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan motivasi ?
2. Apa saja fungsi dan macam-macam dari monivasi ?
3. Bagaimana pelaksanaan  dari kegiatan motivasi ?
4. Apa strategi untuk motivasi belajar siswa ?
C.     Tujuan
1. Mengetahui arti dari motivsi.
2. Mengetahui pelaksanaan dari kegiatan motivasi.
3. Mengetahui macam-macam motivasi.
4. Mengetahui apa strategi untuk motivasi belajar siswa.
BAB II
PEMBAHASAN
A.  Motivasi
1.      Pengertian Motivasi
Kata “motif”, diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi dapat diartikan sebagai: (1) dorongan yang timbul dari diri seseorang, secara disadari atau tidak disadari, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. (2) usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang ingin dicapai.
Dari dua pengertian motivasi diatas dapat dilihat bahwa motivasi ada 2 jenis yaitu: (1) motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang (intrinsik) misalnya seorang siswa tanpa disuruh siapapun ia akan belajar mengulang kembali pelajaran yang sudah didapatkan disekolah dan belajar pelajaran yang akan dijelaskan oleh guru pada hari selanjutnya. (2) motivasi dari luar yang berupa usaha pembentukan diri dari orang lain (ekstrinsik) misalnya,
2.      Fungsi Motivasi
Perlu ditegaskan bahwa motivasi berhubngan dengan suatu tujuan yang berpengaruh pada aktivitas. Fungsi motivasi menurut Sadirman adalah sebagai berikut:
a.       Mendorong manusia untuk berbuat. Artinya motivasi bisa dijadikan sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
b.      Menentuka arah perbuatan kearah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian, motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
c.       Menyeleksi perbuatan, yaitu menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
3.      Sumber Motivasi
Ada dua macam model motivasi, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsk adalah model motivasi dimana siswa termotivasi untuk mengerjakan tugas karena dorongan dari dalam dirinya sendiri, memberikan kepuasan tersendiri dalam proses pembelajaran atau memberikan kesan tertentu saat melesaikan tugas. Motivasi ekstrinsik adalah model motivasi dimana siswa yang terpacu karena berharap ada imbalan atau untuk menghindari hukuman, misalkan untuk mendapatkan nilai, hadiah stiker atau untuk menghindari hukuman fisik.
a.       Faktoi Internal
Ø  Adanya kebutuhan
Ketika keluarga memberikan motivasi kepada anak haruslah diawali dengan berusaha mengetahui terlebih dahulu apa kebutuhan-kebutuhan anak yang akan di motivasi.

Ø  Persepsi individu mengenai diri sendiri
Persepsi seseorang tentang dirinya sendiri akan mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang untuk bertindak.
Ø  Harga diri dan prestasi
Faktor ini mendorong atau mengarahkan individu (memotivasi untuk berusaha gar menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan memperoleh kebebasan serta memperoleh status tertentu dalam lingkungan masyarakat, serta mendorong individu untuk berprestasi.
Ø  Adanya cita-cita dan harapan masa depan
Perlu adanya pemberian motivasi yang tepat terhadap anak yang belum mengetahui pentingnya belajar yang menunjang terhadap pencapaian cita-citanya.
Ø  Keinginan tentang kemajuan dirinya
Menurut Sadirman “ melalui aktualisasi diri pengembangan kompetensi akan meningkatkan kemajuan diri seseorang. Keinginan dan kemajuan diri menjadi salah satu keinginan diri seseorang. Keinginan dan kemajuan diri ini menjadi salah satu keinginan bagi setiap individu.”
Ø  Minat
Motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok.
Ø  Kepuasan kinerja
Kepuasan kinerja lebih merupakan suatu dorongan afektif yang muncul dalam diri individu untuk mencapai goal atau tujuan yang di inginkan dari suatu perilaku.
b.      Faktor Eksternal
Ada bebrapa cara untuk menumbuhkan dan membangkitkan agar anak melakukan aktivitas belajar. Diantaranya adalah sebagai berikut:
Ø  Pemberian hadiah
Hadiah merupakan alat pendidikan yang lebih bersifat positif dan fungsinya sebagai alat pendidik reseptif positif.
Ø  Kompetisi
Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong belajar anak, baik persaingan individu maupun kelompok dalam rangka meningkatkan prestasi belajar anak.
Ø  Hukuman
Hukuman merupakan pendidikan yang tidak menyenangkan, alat pendidikan yang bersifat negatif. Namun demikian, hukuman dapat menjadi alat motivasi atau mendorong untuk mempergiat belajar anak.
Ø  Pujian
Positifnya pujian dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi jika pujian yang diberikan kepada anak tidak berlebihan.
Ø   Situasi lingkungan pada umunya
Setiap individu terdorong untuk berhubungan dengan rasa mampunya dalam melakukan interaksi secara efekif dengan lingkungannya.
Ø  Sistem imbalan yang diterima
Sistem pemberian imbalan dapat mendorong individu untuk berperilaku dalam mencapai tujuan. Perilaku dipandang sebagai tujuan sehingga tujuan tercapai, akan timbul imbalan.
4.       Macam-Macam dan Jenis Motivasi
            Ditinjau dari sudut operasionalnya, motivasi terdiri atas beberapa macam bentuk yaitu:
1.       Motif                              
Seorang siswa yang belajar diasumsikan di dalam dirinya ada dorongan untuk memulai, melaksanakan dan mengatur aktivitasnya. Dorongan tersebut bergantung pada tiap-tiap individu siswa. Dalam hunbungan ini, dapat dilihat dari dua macam motif, yaitu:
Motif biogenis, yaitu motif yang berasal dari masalah biologis yag sifatnya memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologis ( Physical needs), seperti makan, minum pakaian dan sebagainya. Khusus untuk memotivasi dalam pembelajaran, sekolah harus menyediakan kebutuhan fisik yang harus memadai seperti WC yang bersih, kantin yang sehat, ruang kelas yang sesuai dengan ventilasi yang memadai, tempat duduk yang nyaman dan aman dan sebagainya.
Motif sosiogenis, adalah motif yang berasal dari segi social. Motif ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan hidup seseorang. Guru harus mengetahui motif ini dalam diri setiap siswa untuk dimanfaatkan dalam pencapaian belajar. Motif-motif yang termasuk dalam sosiogenis dikelompokkan menjadi:
1.      Motif pencapaian, yaitu motif yang berbentuk keinginan untuk 
menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapin seseorang.
2.      Motif untuk bergabung, yaitu motif yang berbentuk keinginan untuk     
bergabung menjadi anggota suatu kelompok.
3.       Motif keterlibatan pribadi, yaitu motif yang berbentuk keinginan untuk mendapatkan perhatian, pengaruh, prestasi dan dan sukses.
2.  Minat
Minat mempengaruhi proses hasil belajar yang juga berpengaruh terhadap motivasi. Kalau seseorang tidak berminat untuk mempelajari sesuatu, dia tidak dapat diharapkan akan berhasil dengan baik dalam mempelajari hal tersebut. Sebaliknya jika seseorang mempelajari sesuatu sesuai dengan minatnya, ia akan berhasl dengan baik. Oleh karena itu, guru harus mengetahui minat siswa terhadap suatu pelajaran dan mengetahui cara menarik perhatian siswa terhadap pelajaran.

 Sedangkan jenis motivasi dalam belajar dibedakan dalam dua jenis ;
1)      Motivasi ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik merupakan kegiatan belajar yang tumbuh dari dorongan dan kebutuhan seseorang yang tidak secara mutlak berhubungan dengan kegiatan belajarnya sendiri. Siswa melakukan sesuatu karena ingin mendapatkan nilai, menghindari hukuman, membuat guru senang, atau alas an lain yang hanya sedikit sekali hubungannya dengan tugas itu sendiri.
2)      Motivasi intrinsic adalah kecenderungan alamiah untuk  mencari dan menaklukkan tantangan ketika kita mengejar kepentingan pribadi dan menerapkan kapabilitas.

5.      Teori Motivasi
a.       Teori Insting
Menurut teori ini tindakan setiap diri manusia di asumsikan seperti tingkah jenis binatang. Tindakan manusia itu dikatakan selalu berkait dengan insting atau pembawaan.
b.      Teori Fisiologis ( Behaviour theories)
Menurut eori ini tindakan manusia itu berakar pada usaha memenuhi kepuasan dan kebutuhan organik atau kebutuhan untuk kepentingan fisik.
c.       Teori Psikoanalitik
Teori ini mirip dengan teori insting, tetapi lebih di tekankan pada unsur-unsur kejiwaan yang ada pada diri manusia. Bahwa setiap tindakan manusia karena adanya unsur pribadi manusia yakni Id dan Ego.





B.       Motivasi dalam Pembelajaran di Kelas.
Motivasi memiliki peranan yang sangat penting dalam pembelajaran baik dalam proses atau dalam pencapaian hasil. Seseorang siswa yang memiliki motivasi tinggi pada umumnya mampu meraih keberhasilan dalam proses maupun output pembelajaran.
Ketika anak-anak memasuki SD, mereka sudah digerakkan dengan rasa ingin tahu, berkembangnya keinginan menjelajah lingkungan, dan berinteraksi dengan orang lain. Dalam proses pembelajaran dikelas, bisa berkembang dua situasi yang berbeda berkaitan dengan motivasi siswa. Seorang guru merasa bersemangat ketika siswa yang dihadapi memiliki motivasi tinggi dalam belajar. Sebaliknya, guru bisa merasa kecewa ketika motivasi siswanya tidak termotivasi  terhadap pelajaran yang diajarkan atau terhadap cara dia mengajar. Oleh karena itu, seorang guru dituntut mampu mengkreasi berbagai cara agar motivasi siswa dapat muncul dan berkembang dengan baik.
Ada sejumlah indikator untuk mengetahui siswa yang memiliki motivasi dalam proses pembelajaran, diantaranya adalah:
a.       Memiliki gairah tinggi
b.      Penuh semangat
c.       Memiliki rasa penasaran atau rasa ingin tahu yang tinggi
d.      Mampu “jalan sendiri” ketika guru meminta siswa mengerjakan sesuatu
e.        Memiliki rasa percaya diri
f.       Memiliki daya kosentrasi yang lebih tinggi
g.      Kesulitan dianggap sebagai tantangan yang harus diatasi 8. Mmeiliki kesabaran dan daya juang yang tinggi
Jika indikator-indikator ini yang muncul dan berkembang dalam proses pembelajaran di kelas, maka guru akan merasa enak dan antusias dalam menyelenggarakan proses pembelajarannya. Namun demikian, keadaan yang sebaliknya juga sangat boleh jadi kita temukan. Artinya, ada sejumlah siswa bermotivasi rendah.
 Ada sejumlah indikator siswa yang memiliki motivasi rendah, yaitu:
a.       Perhatian terhadap pelajaran kurang
b.      Semangat juangnya rendah
c.       Mengerjakan sesuatu merasa seperti diminta membawa beban berat
d.      Sulit untuk bisa “jalan sendiri” ketika diberikan tugas
e.       Memiliki ketergantungan kepada orang lain
f.       Mereka bisa jalan kalau sudah “dipaksa”
g.      Daya konsentrasi kurang.
h.      Secara fisik mereka berada dalam kelas, tapi pikirannya mungkin berada di luar kelas
i.        Mereka cenderung menjadi pembuat kegaduhan
j.        Mudah berkeluh kesah dan pesimis ketika menghadapi kesulitan Dari indikator-indikator di atas menunjukkan bahwa di dalam proses pembelajaran ada siswa yang memiliki motivasi tinggi dan motivasi itu berkembang dari dalam diri mereka sendiri.
Sebaliknya, tidak sedikit siswa yang motivasi belajarnya rendah sehingga harus ada upaya serius dari guru untuk mengembangkannya. Namun demikian, bukan berarti upaya pengembangan motivasi dalam pembelajaran hanya diberikan kepada siswa yang motivasi belajarnya rendah saja. Kepada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi pun harus tetap dilakukan pembinaan karena ada kemungkinan motivasi belajar mereka itu mengalami grafik yang naik turun.
C.        Strategi Memotivasi Siswa
1.      Gunakan metode dan kegiatan yang beragam
2.      Jadikan siswa peserta aktif
3.      Buatlah tugas yang menantang namun realistis dan sesuai
4.      Ciptakan suasana kelas yang kondusif
5.      Berikan tugas secara proporsional
6.      Libatkan diri seorang guru untuk membantu siswa mencapai hasil
7.      Berikan petunjuk pada para siswa agar sukses dalam belajar
8.      Hindari kompetisi yang negatif antar pribadi
9.      Berikan masukan
10.  Hargai kesuksesan dan keteladanan
11.  Antusias dalam mengajar




BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dari uraian di atas disimpulkan bahwa motivasi merupakan daya penggerak psikis dari dalam diri seseorang untuk dapat melakukan kegiatan belajar dan menambah keterampilan dan pengalaman. Motivasi mendorong dan mengarahkan minat belajar untuk mencapai suatu tujuan.
Banyak teori motivasi yang diungkapkan para ahli yang semuanya memiliki pandangan yang berbeda tentang asumsi teori. Demikian juga banyak faktor yang mempengaruhi motivasi siswa baik faktor intern maupun ekstern. Maka seorang guru harus dapat mengenali siswanya dan mencari tahu apakah mereka termotivasi atau tidak dalam pembelajaran yang diikutinya. Seorang guru harus dapat mencari dan menemukan strategi untuk meningkatkan motivasi siswanya terutama bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar.
B. Saran
 Diharapkan kepada guru untuk tidak ada lagi istilah “ Guru di depan siswa sibuk dengan aktivitas sendiri”. Dengan demikian Pembelajaran pun tidak akan terasa menyenangkan karena tidak ada keterlibatan guru dan siswa dalam proses aktif dan kreatif.





DAFTAR PUSTAKA
Majid Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sardiman. 2014. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar